Pemkab Samosir dan Porkopinda Adakan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Angka Stunting

Suaramedannews.com,Samosir – Untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Samosir, Polres Samosir dan Pemkab Samosir adakan rapat koordinasi yang diadakan di Aula Wira Pinandita Lantai 2 Jl. Danau Toba No.03 Kec.Pangururan. Selasa,(11/04/2023)

Rapat Koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman SH.SIK.MH yang di dampingi oleh Pj Sekda Kab.Samosir Drs.Waston Simbolon MM mewakili Bupati Samosir dan Dandim 0210/TU yang diwakili Danramil 01 Simanindo Kapten Arh Edi Wirianto.

Dalam kegiatan Rapat Koordinasi tersebut dihadiri juga oleh Wakapolres Samosir Kompol S.T. Panggabean SH, Kabag OPS Polres Samosir Kompol M.Hassan SH.MH, Kasat Samapta Polres Samosir AKP Tito, Kadis Kesehatan Kab. Samosir, dr. Dina Hutapea, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Samosir, dr. Priska Situmorang M.M, Kbo Intelkam Polres Samosir IPDA D.B Siregar, para Camat, Para Kepala Puskesmas, Para Kapolsek, Personil Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

AKBP Yogie Hardiman SH.SIK.MH selaku Kapolres Samosir dalam sambutannya mengatakan jika Polres Samosir mendukung penuh untuk percepatan penurunan angka stanting sesuai arahan dari Presiden dan Pimpinan Polri.

” Polres Samosir sangat mendukung percepatan penurunan angka Stunting di Wilayah Kab. Samosir sesuai arahan Presiden dan Kapolri ” terangnya

Ditempat yang sama Kabag OPS Polres Samosir Kompol M.Hassan SH.MH menjelaskan data Balita yang terkena Stunting yang ada di Kabupaten Samosir dari Tahun 2020 sampai 2023.

– Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.750 (tahun 2020), 

– Data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 1.110 (tahun 2020) 

– Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.090 (tahun 2021) 

– Data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 1.233 (tahun 2021)

– Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.283 (tahun 2022) 

– Data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 952 (tahun 2022)

– Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.245 (tahun 2023) 

– Data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 854 (tahun 2023)

Kompol M.Hassan SH.MH juga mengatakan Polres samosir akan mengadakan rapat kordinasi dan anev secara rutin setiap bulan dengan OPD terkait guna menganalisa dan mengevaluasi kinerja dimasing-masing program yang sudah ditetapkan oleh tim percepatan penurunan stunting kab. Samosir.

” Para kapolsek untuk lebih proaktif mendorong para camat dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kab. Samosir khususnya diwilayah kecamatan masing- masing”

” Untuk itu Polres samosir bekerjasama dengan OPD terkait dan mendorong para OPD terkait untuk lebih aktif melaksanakan program yang sudah direncanakan sebelumnya oleh masing-masing opd terkait guna mempercepat penurunan stunting di Wilayah kab. Samosir ”

Sementara itu Kadis Kesehatan Samosir dr. Dina Hutapea didampingi Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kab. Samosir Hotnida Malau SKM menjelaskan tentang stunting dan data yang mereka miliki.

” Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan ”

” Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.750 dan data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 1.110 (tahun 2020) ”

” Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.090 dan data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 1.233 (tahun 2021) ”

” Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.283 dan data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 952 (tahun 2022) ”

” Data jumlah balita diukur PB/TB di Kab. Samosir sebanyak 9.245 dan data jumlah balita Stunting di Kab. Samosir sebanyak 854 (tahun 2023) ”

Bahwa Intervensi yang dilakukan dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting, antara lain :

– Peraturan Bupati Samosir Nomor 67 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri usia 12 s/d 18 tahun yang bersekolah di SLTP dan SLTA

– Surat Edaran Bupati Samosir Nomor 10 Tahun 2023 tentang Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah)

– Program pelayanan kesehatan bagi calon pengantin (Catin) di 12 Puskesmas

– Pelayanan kesehatan ibu hamil

– Pelayanan Kesehatan Bayi dan balita

– Penyuluhan Gizi Seimbang (isi piringku) di posyandu dan di kelas ibu balita

– Kesehatan Lingkungan

” Agar meningkatkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan stop Buang Air Besar Sembarangan ” ajaknya

” Agar meningkat pengetahuan masyarakat tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ” terangnya

” Mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya ” Jelasnya

Hal senada dijelaskan oleh Kadis Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kab. Samosir dr. Priska Situmorang MM mengatakan Secara sederhana, stunting didefinisikan sebagai keadaan tinggi badan (pendek atau sangat pendek) yang tidak sesuai dengan umur Atau, stunting adalah gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis

Beliau juga menjelaskan Target prevalensi stunting Kabupaten Samosir Tahun 2022 sebesar 26,3% sedangkan hasil Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022 Prevalensi Sunting menjadi sebesar 25,02 % (turun sebanyak 1,1 %)

dr.Priska kembali mengatakan Adapun upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui perbaikan gizi pada 1000 HPK :

– Pemberian makanan tambahan (PMT) ibu hamil kekurangan energi kronik (Bumil KEK)

– Pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk ibu hamil

– Promosi dan konseling inisiasi menyusu dini (IMD) 

– Promosi dan konseling ASI Eksklusif

– Pemantauan pertumbuhan, 

pemberian makanan bayi dan anak

– Tatalaksana gizi buruk, 

– Pemberian vitamin A

– Pemberian Taburia (tabur ceria) : bubuk tabur gizi berisi 12 vitamin & empat mineral

Pj. Sekda Kab.Samosir Drs.Waston Simbolon MM dalam sambutannya mengatakan Pemkab Samosir siap bersinergi dengan instansi terkait sebagai ren aksi pencegahan Stunting, SOP teknisnya dan ren aksinya harus jelas sehingga dapat melakukan dengan benar.

” Agar diaudit dengan benar apa penyebab Stunting, Jangan ada pembiaran, kita harus fokus dalam penanganannya ”

” Apakah minum tuak dan makanan pengawet yang dikomsumsi calon Pengantin dan Ibu yang hamil salah satu penyebab anaknya Stunting? ”

” Agar ren aksi yang akan kita buat segera dilaksanakan, Agar data sasaran Stunting dipetakan sehingga dalam pelaksanaan berjalan dengan baik ” tutupnya

Danramil 01 Simanindo Kapten Arh Edi Wirianto menjelaskan jika Pimpinan TNI dan Polri langsung memerintahkan untuk segera membantu Pemkab menurunkan Stunting di wilayah tugas masing – masing.

” Kami dari TNI/Polri juga mendapat perintah dari pimpinan untuk Penurunan Stunting di Wilayah masing-masing ”

” TNI juga memiliki program Anak asuh Stunting yang mana setiap personil TNI mengasuh anak Stunting dengan memberikan makanan- makanan bergizi ”

” Bahwa program apapun dari Pemerintah, TNI/Polri siap mendukung kerja sama ”

” Mari kita Komunikasi, berkoordinasi dan kerjasama, TNI siap mendukung penurunan angka Stunting di Wilayah Kab. Samosir ” jelasnya.

Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman SH.SIK.MH dalam arahannya mengatakan berterima kasih atas keterangan Kabag OPS, Kadis Kesehatan, Kadis P3APPKB dan saran juga masukan dari Pj.Sekda dan Danramil untuk bisa bersama menekan atau menurunkan angka stunting di Samosir.

” Ini semua kekuatan dan tanggung jawab kita bersama untuk mempercepat penanganan Stunting yang bertujuan untuk Kesehatan ibu dan anak ”

” Stunting merupakan tanggungjawab kita bersama, oleh sebab itu dalam penanganannya diperlukan kerjasama antar instansi terkait sehingga penanganan Stunting nantinya dapat dilaksanakan dengan maksimal dan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana ” harap Kapolres Samosir

” Polres Samosir siap mendukung dengan segala kekuatan yang berkaitan dengan mempercepat penanganan Stunting di Wilayah Kab. Samosir dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dan Polsek jajaran ” Tutup AKBP Yogie Hardiman SH.SIK.MH.

(Reporter:Fery Sinaga/Editor:Indra Matondang)

About SMN_RY22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *