Rapat Koordinasi Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Provinsi Sumatera Utara.

Suaramedannews.com,Medan- Di penghujung tahun 2022 Bidang Ukhuwah Islamiyah menyelesaikan program kerja terakhir untuk tahun ini yakni menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Ukhuwah Islamiyah bersama Majelis Ulama Indonesia Kabupaten, Kota Se Sumatera Utara.

Rakor Bidang diselenggarakan di Grand Inna hotel pada tanggal 28 – 29 Rabiul Akhir 1444 H / 23 – 24 November 2022.

Tema yang diusung ” Mengurai Persoalan Ukhuwah Islamiyah dan Memperkuat Sinergi Umat Islam dalam Menciptakan Kedamaian di Sumatera Utara.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Buya Dr. H. Maratua Simanjuntak menyitir Qur’an Surah Ali Imran 103:

Dan berpegang teguhlah kamu dengan semua pada agama Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, dengan karunia-Nya kamu bersaudara.

Ayat ini menyiratkan bahwa bahwa membangun persaudaraan, memperat Ukhuwah Islamiyah sangat penting.

Mengingat manusia sebagai makhluk sosial dan dakwah ini selalu berkaitan dengan banyak manusia maka menjalaninya tidak mudah.

Butuh banyak menyediakan ruang kesabaran dalam hati kita. Maka belajar mengelola rasa, belajar menata hati dan bersikap bijak dalam kebersamaan menjadi tugas kita bersama, menjadi salah satu tugas Bidang Ukhuwah Islamiyah baik Provinsi maupun Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Kabupaten Kota, ” ujar Dr. Maratua Simanjuntak.

Sebelumnya Ketua Panitia Drs. H. T. Darmansyah, MA melaporkan bahwa peserta kegiatan Rakor Bidang Ukhuwah Islamiyah ini adalah perwakilan dari 28 Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kabupaten /Kota dan 2 orang anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah Sumut,” sebut Darmansyah.

Narasumber hari Pertama kegiatan rakor ini adalah, Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut, Dr. H. Abdul Rahim, M. Hum menyampaikan “Kerangka Kerja Ukhuwah Islamiyah.

Abdul Rahim memaparkan kilas balik program 2021 yang telah dilaksanakan adalah:

1. Dialog dan Silaturahim Islam Wasathiyah Rahmatan Lil Alamin dan Implementasinya bagi Pimpinan Ormas Islam se-Sumatera Utara.

2. Dialog Pemuda dan Pelajar Islam.

3. Pelatihan Kader Penggerak Islamiyah.

4. Seminar Nasional Islam Rahmatan Lil Alamin.

Tahun 2024 adalah tahun kontestasi politik, tahun memilih pemimpin nasional, Kepala Daerah, dan legislatif.

Diharapkan Bidang Ukhuwah Islamiyah disemua level memberikan pencerahan kepada umat, menyampaikan dan memberikan kriteria dalam memilih pemimpin yang sesuai Al-Qur’an dan As Sunnah.

Narasumber kedua, Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat, KH. Cholil Nafis, Lc, MA, Ph. D tentang Visi, Misi, Program dan Rencana Kerja Ukhuwah Islamiyah Nasional.

kyai Cholil dalam paparannya menyampaikan ada dua kata kunci,

Pertama, Yang paling penting di kedepankan adalah Ukhuwah Islamiyah dengan arti yang luas.

Dalam rapat koordinasi ini harus terbentuk Forum Ukhuwah Lintas Ormas ini sangat perlu,” ujar Kyai Cholil.

Ladang ranjau Post Truth dalam medsos, post truth adalah era dimana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran.

Tidak bisa dipungkiri bahwa medsos membuat informasi jadi jauh lebih riuh dan bising, saat ini putaran informasi bergerak sangat cepat berubah, bergerak dan berkembang biak,

bahayanya post truth, susah membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah.

Disinilah peran Bidang Ukhuwah Islamiyah dapat menyaring informasi dan menyebarkan infornasi yang benar.

Yang perlu dicermati media dakwah tidak lagi bertumpu dengan informasi konvensional, mau tidak mau harus migrasi ke era digital ini penting dan satu keniscayaan, ” tegas Kyai Cholil.

Fungsi MUI keatas Awbagai teman atau mitra pemerintah, jangan jadi penjilat dan kebawah mengayomi umat yang belum mengerti.

Di akhir pemaparannya Saya mengapresiasi terhadap Bidang Ukhuwah Islamiyah Prov. Sumut yang telah menghimpun MUI Kabupaten Kota di sumatera Utara, ini akan menjadi role mo

del yang akan saya sampaikan ke pusat.

Tahun 2024 umat islam harus cerdas, jangan mau diadu domba dan dibenturkan, mari kita menjadi perekat, ” pungkas Kyai Cholil.

Hari kedua, kegiatan rakor adalah Mengidentifikasi Persoalan Ukhuwah Islamiyah dan pemecahannya di Sumatera Utara, dan Rancangan Program Strategis Ukhuwah Islamiyah dipandu oleh

Dr. Irwansyah dan Dr. Winda Kustiawan.

Kesimpulan hasil Rapat Koordinasi Bidang Ukhuwah Islamiyah :

a. Sosialiasi Komisi Ukhuwah Islamiyah tentang Politisasi dan Etika Politik.

b. Mengadakan Muzakarah antar Ormas Islam.

c. Seminar dan Dialog tentang Pemahaman Radikalisme, Liberalisme, Terorisme dan Sekularisme.

d. Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah antar Ormas Islam Se-Kabupaten/Kota.

f. Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah antar OkP Islam.

g. Pelaksanaan Ukhuwah Lintas Ormas dan OKP.

h. Pelaksanaan Forum etnis Muslim Minoritas.

i. Desa Binaan yang dilakukan oleh Bidang/Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kab/Kota.

j. FHD yang bersifat kajian penting dalam pelaksanaan Ukhuwah.

Rapat Koordinasi ditutup Sekretaris Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Provinsi Sumatera Utara Drs. H. M. Hatta Siregar, SH, M. Si.

(Reporter:Anto/Editor/Ridho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *