Suaramedannews.com, Medan – Kepling Lingkungan 10 Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Yudiko, buka suara terkait sorotan warga atas dugaan penyelewengan beras peralihan. Yudiko mengaku menyimpan bantuan tersebut di rumahnya, namun menegaskan beras tersebut langsung disalurkan di hari yang sama ke warga yang tidak terdaftar sebagai penerima.
“Beras bantuan peralihan memang saya simpan di rumah, tapi bukan untuk saya. Di hari yang sama langsung saya distribusikan ke warga Lingkungan 10 yang tidak dapat bantuan tapi layak menerimanya,” jelas Yudiko. Kamis (25/6/2026).
Yudiko juga mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas tindakan yang dilakukan diluar prosedur dan berjanji semua tindakan yang akan dilakukan kedepan akan berkoordinasi terlebih dahulu ke Lurah.
“Saya akui sesuai SOP, apa yang saya lakukan salah. Pembagian bantuan peralihan seharusnya tidak di letakkan dirumah saya. Seharusnya langsung saya bagikan di Kelurahan, Hal ini tidak akan saya ulangi sebelum mendapat izin dari Bu Lurah,” ungkapnya.
Sementara Lurah Tegal Sari Mandala II, Julia Prihartati SH, membenarkan Yudiko sudah menyalurkan beras tersebut ke warga yang tidak terdaftar. Namun Julia menegaskan Kepling tidak berkoordinasi terlebih dahulu sebelum menyimpan bantuan di rumahnya.
“Untuk inisiatif Kepling Lingkungan 10 yang menyimpan bantuan di rumahnya itu tidak ada memberi tahu saya. Setelah saya konfirmasi, Yudiko mengatakan sudah menyalurkan bantuan itu ke warga dan mengakui kesalahannya,” ujar Julia.
Lanjut, Julia meminta seluruh kepala lingkungan di Kelurahan Tegal Sari Mandala II tidak lagi mengambil inisiatif sendiri tanpa koordinasi terlebih dahulu kepada dirinya.
“Ini jadi pengalaman berharga. Walau niatnya baik, kedepan saya minta semua Kepling di Tegal Sari Mandala II koordinasi dulu dengan saya. Jangan melakukan tindakan yang tidak saya ketahui, agar tidak menimbulkan asumsi negatif di tengah masyarakat,” tutup Julia.
(Reporter:Irwan Syahputra/Editor:Royziki F.Sinaga)