Terduga Pelaku Begal Sadis di Trafficlight Simpang Gaperta, Ternyata Pelaku Pernah Bunuh Abang Kandungnya Sendiri

Terduga Pelaku Begal Sadis di Trafficlight Simpang Gaperta, Ternyata Pelaku Pernah Bunuh Abang Kandungnya Sendiri

Suaramedannews .com – Medan ,Sumut Akhirnya Terduga Pelaku Begal sadis yang terjadi di Trafficlight Jalan Asrama simpang Gaperta, pada Rabu 26 Mei 2021 sekitar pukul 08.43 wib pagi yang lalu telah Berhasil ditangkap.
Bahwa Pelaku merupakan Resedivis kambuhan, bahkan diketahui Pelaku pernah melakukan pembunuhan terhadap Abang Kandungnya Sendiri. Demikian dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirres Krimum) Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SIK MH saat Konferensi Pers dihalaman Polrestabes Medan, Rabu (2/6/2021) sore.

Pengungkapan begal sadis tersebut berkat kerja keras Tim Gabungan dari Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek Helvetia telah Mengamankan Tujuh (7) orang Tersangkanya dari Medan, Langkat hingga Aceh.

Direskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan, video kasus pencurian dengan kekerasan itu sempat viral di media sosial.

“Selanjutnya Polsek Helvetia, Polrestabes Medan dibantu Polda Sumut dalam mengungkap kasus tersebut mendapati ada tujuh orang tersangka,” ujar Tatan yang didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dan Kabid Penmas Poldasu AKBP MP. Naenggolan serta Kompol Pardamean Hutahaiyan.

Kombes Pol Tatan mengatakan, satu orang berinisial ALT (40) merupakan tersangka utama dan enam orang lainnya merupakan penadah kendaraan milik korban yang merupakan jaringan Medan, Binjai dan Aceh.

“Tersangka ALT merupakan residivis kasus 365 kemudian enam orang adalah kasus 480 jaringan Medan, Binjai dan Aceh. Seluruhnya sudah diamankan. Begitu juga dengan barang bukti di TKP dan Aceh, sudah disita,” ungkap Tatan.

“Dijelaskan Tatan, tersangka ALT, selaku pelaku utama diberikan tindakan tegas terukur di kedua kakinya karena melakukan perlawanan dan membahayakan anggota di lapangan yang akan
menangkapnya.ucapnya.

“Kemudian, dilakukan pengembangan terhadap pelaku tindak pidana penadahan berinisial NS Helvetia, RBC, MN, MF Langkat, MS Binjai, PM Aceh.

“Kenapa bisa banyak penadahnya, ini berantai. Pada saat pelaku melakukan pencurian dengan kekerasan, kemudian dijual ke penadah pertama, berlanjut sampai ke Aceh. Seluruh pelaku kasus 480 terima fee dari hasil kejahatan tersebut. Barang buktinya ada pisau, sandal dan termasuk sepeda motor yang disita dari Aceh,” Ungkapnya.(Junaidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *