Tragedi Kemanusiaan di Palestina ditinjau dari Konvensi Internasional Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi

Oleh: Abdul Aziz, ST
Divisi Kajian Bidang Politik, Hukum, dan Kebijakan Publik PP. Persatuan Islam

 

suaramedannews.com,Medan- Setelah melalui perdebatan panjang pada tanggal 21 Desember 1965, Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial ( Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination/ICERD) di sahkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa.

Konvensi ICERD di setujui PBB pada 21 Desember 1965 dan mulai berlaku pada tanggal 4 Januari 1969 sesuai pasal 19.
Bahwa Perserikatan Bangsa Bangsa telah mengutuk penjajahan, praktek pemisahan dan diskriminasi yang terkait dengannya dalam bentuk apapun dan dimanapun.

Diskriminasi ras dan etnis adalah segala bentuk pembedaan, pembatasan yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam suatu kesetaraan di bidang sipil, politik, ekonomi, sosial.

Bahwa deklarasi tentang pemberian kemerdekaan pada Negara-negara dan Bangsa-bangsa jajahan 14 Desember 1960 Resolusi MU 1514 XV) telah menegaskan dan dengan khidmat menetapkan perlunya segera menghapuskan diskriminasi ras di seluruh dunia dalam segala bentuk dan perwujudannya dan menjamin pemahaman dan penghormatan bagi martabat manusia.

Namun kenyataannya, di belahan tanah suci Palestina memasuki hari ke 83 hingga 29 Desember 2023, Direktur Kantor Media Pemerintah di jalur Gaza, Ismail Al- Thawabta menyebutkan lebih dari 29.000 syuhada di jalur Gaza lebih 7.000 diantaranya belum di evakuasi dari bawah reruntuhan dan jalanan.
Sementara 21.000 lebih telah di evakuasi dan sebagian sudah dimakamkan.

Selama 16 tahun blokade membuat rakyat Gaza berpenduduk 2,3 juta mengalami penderitaan yang sangat luar biasa.

Pada pertemuan kami beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 25 Desember 2023 dengan Ketua Forum Ulama Palestina Diaspora ASEAN Dr. Ahed Abu Al Atta menegaskan , peperangan yang terjadi di Palestina adalah untuk menjaga kesucian Masjidil Aqsa.
Tentara Zionis Israel bernafsu sekali untuk menguasai Masjidil Aqsha.

Dr. Ahed menyampaikan kondisi terkini di jalur Gaza, akibat dari agresi zionis tersebut, 7.000 warga sipil Palestina ditawan tentara Zionis, bahkan 105 jurnalis tewas terbunuh. Mereka mendapat siksaan yang sangat keji, bahkan Pemerintah Israel ingin membuat Undang-undang agar semua tawanan Palestina dibunuh semuanya.

Sementara itu, PBB mengumumkan, 100.000 warga Palestina mengungsi ke daerah Rafah dekat perbatasan Mesir dalam beberapa hari terakhir, akibat serangan yang dilancarkan oleh Tentara Zionis di wilayah tengah jalur Gaza dan wilayah Khan Yunis.

Menarik untuk disimak pidato yang menggetarkan dari Juru bicara Al Qassam Abu Ubaidah 28 Desember 2023.

83 hari setelah dimulainya pertempuran Thuufan Al-Aqsa pada Oktober yang menempatkan entitas Zionis di jalan menuju kehancuran dan kehancuran atas kuasa Allah, setelah ketabahan yang Agung ini, orang-orang Gaza yang kami banggakan, mereka adalah kami dan kamipun hidup dari mereka, impian dan harapan mereka juga adalah impian dan harapan kami

Penghormatan militer jihad yang paling besar tidak dapat diterima oleh siapapun di dunia ini sebagaimana rakyat kita di Gaza layak mendapatkannya kemuliaan, kebanggaan dan kebesarannya!

Wahai bangsa kami, wahai seluruh rakyat merdeka di dunia, kami telah berjuang selama puluhan tahun, hingga Thuufan Al – Aqsa, demi rakyat kami, tanah kami , di tengah-tengah kekecewaan jelas yang menjijikkan dari rezim dan komunitas internasional yang diatur oleh hukum rimba dan dikendalikan oleh Zionis di Gedung Putih!

Para penyihir gelap, pembunuh, yang ingin memanipulasi ingatan dunia bahwa sejarah dimulai pada tanggal 7 Oktober saja, mengabaikan pembunuhan perlahan dan diam-diam terhadap rakyat kami selama bertahun-tahun, mengabaikan Yudaisasi, penyerobotan tanah, penodaan Al Aqsa, pengepungan Gaza, kekerasan terhadap para tahanan, dan pengusiran rakyat kami dengan segala cara, lalu mereka menangisi Zionis, ketika kami memberikan pukulan terbesar abad ini kepada tentara mereka.

Kami membuat mereka membayar harga atas kejahatannya dan mengatakan kepada dunia bahwa kami adalah orang – orang yang menuntut kebenaran, kebebasan dan kehidupan!

Kami melanjutkan persiapan dan berjuang karena kita tahu bahwa hak tidak dapat diperoleh kembali, kecuali hak tersebut diambil dengan paksa!

Prioritas kami adalah menghentikan agresi terhadap warga sipil kami yang tidak bersalah, dan tidak ada prioritas yang lebih tinggi selain itu.

Tidak ada kesepakatan pertukaran tawanan apapun sampai agresi terhadap rakyat kami berhenti sepenuhnya!
Rakyat kami akan bangkit dari agresi ini dengan kepala tegak!

Yang menggagalkan agresi adalah ketabahan rakyat dan perjuangan Mujahidin kami di lapangan.

Kenyataan bahwa Zionis adalah agresor, diluar Timur Tengah perang ini telah menghasilkan banyak dukungan bagi perjuangan Palestina.
Demonstrasi pro Palestina terjadi diseluruh Eropa.

Maka benarlah Firman Allah dalam Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 4:

Dan kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu,” Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”

Allah melanjutkan dalam ayat ke 7 yaitu:

Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu Mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika memasuki nya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.

Khatimah!

Dua ayat diatas tadi pasti akan terjadi, maka jangan berhenti kita mendoakan saudara kita di Palestina, membela Palestina tidak perlu menjadi muslim, yang diperlukan empati terhadap Genosida yang dilakukan Zionis.

(Reporter:Anto/Editor:Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *