Guru&Siswa SD Alhidayah Desa Sei Semayang Di usir dari Sekolah

Suaramedannews.com, Deli Serdang– Perbuatan tidak terpuji kembali terjadi di dunia pendidikan yang di lakukan Oknum yang mengaku ahli waris tanah yang di atasnya berdiri sebuah mesjid dan sekolah. (Jum’at 10 desember 2021 pukul 08.00)

Kejadian ini terjadi pada saat proses saat siswa sedang belajar, seperti yang di tuturkan (Mt) saat berada di lokasi.

“ketika proses belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung, siswa dan guru SD Islam Al Hidayah dikejutkan dengan adanya beberapa oknum dengan sewenang wenang masuk ke lingkungan sekolah memasang spanduk provokasi tepat di depan ruang belajar yang membuat ketakutan dan membuat psikis para siswa dan guru trauma dan kebingungan” Terangnya

Menurut (Mt) Gedung SD Islam Hidayah Berdiri di atas Tanah wakaf yang beralamat di Jl. Kirab Remaja Dusun XV Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal.Kabupaten Deli serdang .adalah Tanah wakaf yang diperuntukan khusus untuk Masjid dan Sekolah sesuai dengan yang tertulis oleh ikrar wakaf yang di terbitkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. SD Islam Al Hidayah Adalah sebuah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan biaya pendidikan gratis. Maka dari itu sebagian besar peserta didik di SD Islam Al Hidayah berasal dari keluarga fakir miskin dan Yatim piatu.” Terang Mt kembali

Menurut salah seorang wali murid mengatakan Dengan adanya SD Islam Al Hidayah khususnya Penduduk Desa Sei Semayang sangat terbantu dengan berjalannya sekolah tersebut.

Dari informasi terbaru reporter kami Pihak Nadzir pengelola tanah wakaf telah menyerahkan kasus ini ke pengadilan Agama Lubuk pakam berharap agar orang orang yang mengganggu termasuk kepala Dusun agar tidak mengganngu lagi proses belajar mengajar di SD Islam Al Hidayah.

Mt kembali menerangkan Anak – anak yang bersekolah di SD Islam Al Hidayah hanya bisa tertunduk sedih ketika melihat sekolahnya di pasang spanduk yang isinya menyuruh Siswa dan guru untuk angkat kaki dari sekolah tempat mereka menimba ilmu.

Sedangkan Masyarakat Desa Sei Semayang dan terkhusus orang tua siswa sangat khawatir akan kejadian ini dan berharap para pelaku yang menyebabkan ketakutan di sekolah segera diproses hukum agar anak – anak dapat belajar dengan tenang.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *