Pengarap tanah 20 Hektar Milik Alamrhum OP Situmorang Seperti Kebal Hukum

Suaramedannews.com,Samosir – Tanah milik Almarhum OP Situmorang di Desa Tanjungan berbatasan langsung dengan Desa Pemonangan dengan luas 40 Hektar saat saat ini dikuasai Lebih kurang 20 Hektar oleh (Ad)Manik, (P) Manik, (PT) Manik, (Ak)Sinagan, (B)Sinaga, (Am)Sinaga, (T)Sinaga, (At)Situmorang.

Hal ini di tuturkan oleh Salah seorang perwakilan dari ahli waris Op Situmorang Sulaiman Situmorang Gelar A.Dormawan saat memberi keterangan kepada wartawan di Desa Pemonangan Kec. Simanindo. Senin, (14/11/2022).

” Tanah peninggalan Opung kami seluas 40 Hektar, namun saat ini sudah digarap oleh … Seluas 20 Hektar dan sudah dibangun mereka rumah juga Tugu kuburan keluarga mereka disitu ” Jelas Sulaiman.

Lanjut, Sulaiman menjelaskan setatus kepemilikan tanah tersebut telah ditetapkan sah secara hukum milik pewaris Op.Somba Oloan Situmorang melalui :

1. Putusan Pengadilan Negeri Tarutung No.51/Pdt G/1991/PN Trt, pada 10 Oktober 1991

2. Putusan Pengadilan Negeri Medan No.65/PDT/1992/PT Mdn, Pada 23 Maret 1992

3. Putusan Mahkama Agung No.2710 K/Pdt/1992, Pada 03 November 1993

4. Putusan Mahkama Agung No.187/Pk/Pdt 1995

Sulaiman menjelaskan memalui putusan itu tanah yang digarap pelaku berhasil di kembalikan ke-keluarga namun setelah beberapa tahun kemudian pihak penggarap kembali membuat masalah kembali.

” Setelah tanah kami kembali, pihak keluarga memanfaatkan tanah tersebut dengan cara bercocok tanam, namun mereka yang saat ini menguasai tanah kami kembali membuat masalah dengan cara menombak salah satu pekerja kami yang sedang menanam disana ” jelas Sulaiman.

Lanjut, Sulaiman juga Menjelaskan kalau pihak keluarga sudah melaporkan kepada pihak yang berwenang namun sampai saat ini belum juga ada aksinyata, karena pihak yang menduduki tanah Opung kami masih tetap menggarap disana.

Lanjutnya, Sulaiman mengatakan pihak keluarga sudah mencoba mediasi dengan penggarap melalui FORKOM PIMDA Kab. Samosir / Polres Samosir Namun tetap tidak ada kesepakatan dari pihak penggarap.

Sulaiman juga mengatakan dalam mediasi tersebut pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan untuk tugu kuburan keluarga yang menggarap tanah mereka berdiri disana namun untuk rumah yang dibangun oleh penggarap agar segera di bongkar.

(Reporter:Fery Sinaga/Editor:Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *