Peringatan Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional.

Suaramedannews.com.Medan- Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional atau International Reducing CO2 Emissions Day diperingati setiap tanggal 28 Januari, untuk tahun 2023 jatuh pada hari sabtu. (28/01/2023)

Tujuan peringatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengaruh buruk emisi yang berakibat dapat menurunkan kualitas udara di bumi.

Sebelum membahas lebih lanjut apa itu emisi? menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) emisi adalah pancaran cahaya, panas, atau elektron dari suatu permukaan benda padat atau cair.

Pengaruh buruk dari emisi yang berlebihan dapat meningkatkan suhu permukaan bumi.

Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya emisi CO2 atau karbon dioksida.

Kandungan gas CO2 yang terlalu tinggi di udara bukan hanya mengganggu kelangsungan hidup manusia, tetapi juga hewan dan tumbuhan.

Penerapan langkah-langkah yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, CO2 adalah termasuk gas rumah kaca yang menjadi salah satu faktor pemanasan global.

Apa Yang Dimaksud Gas Rumah Kaca ?

Yaitu gas-gas di atmosfer yang dapat menangkap panas matahari disebut gas rumah kaca, yang termasuk gas rumah kaca antara lain karbon dioksida (CO2), Nitrogen dioksida (N2O), Metana (CH4), dan freon.

Jejak Karbon Dalam Kehidupan.

Jejak karbon adalah jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia pada kurun waktu tertentu.

Jejak karbon yang kita hasilkan akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia di bumi, seperti kekeringan dan berkurangnya sumber air bersih, cuaca ekstrim dan bencana alam.

Jejak karbon juga mengakibatkan rusaknya ekosistem laut.

Semakin banyaknya gas emisi yang diserap oleh laut akan meyebabkan kadar asam semakin tinggi merusak berbagai ekosistem laut.

Pengaruh buruk dari emisi yang berlebihan yang dapat meningkatnya suhu permukaan bumi, ini semua tidak dapat dipisahkan dalam skala kecil adalah iklim mikro.

Iklim mikro merupakan kondisi pada suatu ruang yang sangat terbatas, tetapi komponen ini cukup penting artinya bagi kehidupan manusia, tumbuhan dan hewan.

Karena kondisi udara pada skala mikro ini yang akan berkontak langsung dan mempengaruhi secara langsung makhluk hidup.

Makhluk hidup tanggap terhadap dinamika atau perubahan-perubahan dari unsur iklim disekitarnya.

Perubahan unsur iklim yaitu suhu udara yang semakin meningkat merupakan yang paling langsung dapat dirasakan berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan manusia.

Demikian bincang-bincang penulis dengan Kepala Stasiun Klimatologi Deli Serdang, Syafrinal, SH pada Hari Pengurangan Emisi CO2.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan bersama diantaranya:

1. Mengurangi pemakaian kendaraan bermotor pribadi.

2. Hemat dalam pemakaian alat-alat elektronika maupun penerangan yang menggunakan catu daya listrik.

3. Mengelola sampah menjadi kompos dan memisahkan sampah organik dan non organik.

Penulis: Abdul Aziz, ST , Anggota Bidang Kajian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi PP. Persatuan Islam.

(Reporter:Anto/Editor:Ridho)

About SMN_Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *