Suara Hati Muslim Desa Perteguhen: Berharap Lahan Pekuburan di Tengah Hangatnya Toleransi Karo

suaramedannews.com,KARO- Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia, Jonson Sihaloho, SHI melakukan kunjungan ke Masjid Nurul Muslimin di Desa Perteguhen Kec.Simpang Empat Kabupaten Karo, Sabtu (14/3/2026).

Kunjungan tersebut dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan PW Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) Provinsi Sumatera Utara.

Waketum PB Pemuda Muslim beserta rombongan disambut hangat oleh Ketua BKM Masjid Nurul Muslimin, Bangsawan Nasution beserta jajaran pengurus lainnya.

Dalam kunjungannya, Jonson Sihaloho menyampaikan bahwa Safari Ramadan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat silaturahmi antara pengurus Pemuda Muslimin Indonesia dengan masyarakat di daerah.

“Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mempererat persaudaraan, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Jonson Sihaloho didampingi Ketua PW Pemuda Muslim Sumut Dr.Suasana Nikmat Ginting, MA dan Ketua Tim Safari Ramadan Solihan Hasibuan, Sekretaris Taufiq Wahyudi, Yudi Anshari Sihaloho dan lainnya.

Selain bersilaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian tali asih kepada sejumlah anak yatim-piatu, dan pemberian bingkisan Ramadan untuk BKM Masjid dan ucapan terimakasih.

Dalam kesempatan tersebut, Waketum Jonson Sihaloho didaulat sebagai Imam Sholat Magrib Berjamaah.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Nurul Muslimin, Bangsawan Nasution menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Waketum PB Pemuda Muslim dan Ketua PW beserta rombongan.

Mereka berharap kegiatan Safari Ramadan seperti ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan Islam dengan masyarakat.

Ketua BKM juga menyampaikan keluhannya atas lahan pekuburan muslim di daerah tersebut yang hingga kini belum ada. Pekuburan yang ada sekarang hanya pekuburan umum.

“Kami berharap bapak-bapak bisa membantu kami untuk membeli lahan yang sudah ada di daerah ini, lahan tersebut untuk dijadikan pekuburan muslim, namun masih terkendala dana belum cukup untuk membeli lahan tersebut”, ujar Bangsawan.

Dijelaskannya, bahwa didaerah tersebut umat muslim hanya berkisar tigapuluh kepala keluarga, minim memang, tapi toleransi antar umat beragama cukup baik dan kompak, pungkasnya. (Anto/Red)

About SMN_Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *